Ini 5 Fungsi Tuas Transmisi Mobil Matik, Jangan Bingung

Mobil dengan transmisi matik kian diminati. Selain memberikan kemudahan, mobil matik kini bisa diandalkan akselarasinya. Tuas transmisi pada mobil matik memang berbeda dengan mobil manual. Bila pada mobil manual tingkatan percepatan sudah ditandai dengan nomor yang tertulis di tuas, tidak demikian pada mobil matik. Pada umumnya, tuas pada mobil matik terdapat barisan kombinasi huruf dan angka, yakni P-R-N-D-2-L. Apa saja fungsinya? Silakan simak artikel ini agar kamu tidak lagi bingung.

  • Untuk posisi P, R, dan N jelas tidak membuat bingung

Untuk posisi P, R, dan N, hampir tak ada pengemudi matik yang keliru dalam penggunaannya. Karena P (parking) merupakan posisi untuk parkir, R (reverse) untuk mundur, dan N (neutral) untuk posisi netral. Namun tidak demikian dengan posisi D, 2, dan L.

  • Untuk posisi ‘D’ paling pas digunakan saat berkendara di perkotaan

D (drive) merupakan posisi untuk berkendara dalam kecepatan terbaik. Pengguna mobil matik dinilai dapat menggunakan D saat berkendara dengan kecepatan normal di dalam kota. Selain itu, D juga merupakan posisi terbaik untuk melakukan over drive, yakni mengemudi dengan kecepatan tertinggi untuk memaksimalkan tenaga mobil tersebut. Jika pada mobil manual cara untuk memaksimalkan kecepatan harus dengan mengubah transmisi ke gigi tertinggi, maka pada mobil matik cukup dengan menekan tombol yang ada pada tuas transmisi. Teknik mengemudi seperti ini disarankan hanya digunakan saat berkendara di jalan tol.

Namun, sebaiknya pengguna matik tidak malas memindahkan tuas ke posisi lainnya, seperti N (Netral) saat kondisi jalan macet atau sedang berhenti sebentar. Sebab, terus-menerus menggunakan transmisi D bisa menyebabkan gearbox terus menerus bekerja. Dampaknya bisa menyebabkan selip kopling Hal yang sama berlaku saat terjebak macet. disarankan agar pengguna matik tidak malas untuk memindahkan tuas ke posisi netral.

  • Posisi ‘2’ untuk menanjak

Kendari demikian bukan berarti posisi D bisa digunakan dalam segala kondisi. Untuk kondisi menanjak, disarankan agar pengguna matik menggunakan tuas di posisi 2. Selain dapat membuat laju kendaraan lebih stabil, posisi tuas di 2 juga akan membuat bahan bakar lebih irit. Kalau tetap di D bisa tetap menanjak, tapi bahan bakar jadi lebih boros sehingga dapat menjadi penyebab mesin mengalami overheat. Karena kalau di D artinya harus kencang terus.

  • Untuk posisi ‘L’ dipakai saat tanjakan atau turunan curam

Sementara itu, untuk L (low), disarankan agar pengguna matik menggunakannya saat melintasi turunan atau tanjakan curam. Karena L merupakan transmisi dengan kecepatan paling rendah. Sehingga dinilai aman saat melibas turunan atau tanjakan yang cukup curam.

Kalau turunan tetap pakai D, dikhawatirkan mobil akan melaju terlalu cepat.

  • Shift lock, untuk parkir pararel yang bisa digerakan

Kebanyakan mobil matik modern sudah memiliki tombol shift lock pada sistem tuas transmisinya. Namun, ternyata masih banyak penggunanya yang masih belum mengetahui fungsi fitur tersebut. Tombol shift lock sebenarnya dibuat sebagai salah satu fitur keselamatan pada kendaraan matik. Secara fungsi, fitur ini berguna untuk menetralkan posisi transmisi mobil matik. Ini berfungsi saat parkir, terutama ketika parkir paralel. Ketika parkir paralel, shift lock dipencet, sehingga mobil bisa ke posisi netral. Tapi kalau tidak dipencet akan tetap terus di P. Jadi susah untuk didorong.

Jadi sudah mengerti tentang fungsinya? Jangan bingung dan salah kaprah lagi, ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *